27 Mar 2013

Manfaat menarik napas dalam-dalam bagi kesehatan

By: rnppsalatiga On: Rabu, Maret 27, 2013
  • Berbagi
  • Latihan menarik napas dalam-dalam dapat meningkatkan kesehatan Anda. Latihan sederhana ini menjadi hal wajib, terutama ketika Anda merasa sedih atau banyak pikiran. Saat Anda merasakan beban masalah hidup di bahu Anda, pernapasan dalam yang sederhana dapat memberikan bantuan. Jadi lain kali, ketika Anda merasa jengkel di tempat kerja, segara ambil napas dalam-dalam.Yuk simak keuntungan lain dari bernapas dalam-dalam seperti dilansir health meup (26/3).

    Mengurangi stres
    Latihan pernapasan dalam dapat mengurangi tingkat stres, mengurangi panik dan ketakutan serta membantu Anda berpikir jernih. Napas dalam merangsang sistem saraf parasimpatis yang memperlambat denyut jantung. Rupanya pernapasan juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

    Mendetoksifikasi tubuh
    Napas dalam membersihkan darah, memompa darah ke seluruh bagian tubuh, dan membuang racun dari tubuh Anda.

    Menguatkan otot paru-paru
    Latihan pernapasan dalam memperkuat otot paru-paru dan meningkatkan pasokan oksigen ke tubuh Anda. Karena gaya hidup memicu kita untuk kurang menghirup oksigen, maka pernapasan dalam menjamin Anda mendapatkan oksigen yang cukup. Kekurangan oksigen juga berakibat kelelahan dan kurangnya konsentrasi.

    Mengurangi rasa gugup
    Rasa gugup dapat dialami siapa saja. Ketika gugup datang, seseorang bisa saja mengalami kesulitan berbicara. untuk mengatasinya diperlukan menarik napas dalam. Lakukan hal tersebut, dijamin Anda akan jauh lebih tenang.

    Kemudian, bagaimana melakukan latihan pernapasan sederhana yang mendalam?
    Duduk dan renggangkan kaki Anda lalu letakkan tangan Anda pada lutut. Hirup naas dari hidung sebanyak-banyaknya sampai perut mengembang kira-kira 30 detik. Kemudian buang napas melalui mulut secara perlahan.

    Nah, dengan mengambil napas dalam-dalam akan membantu membuat tubuh lebih sehat secara mendalam. Jadi luangkan waktu Anda untuk melakukan teknik pernapasan ini demi kebugaran tubuh dan pikiran.

    Kegagalan

    By: rnppsalatiga On: Rabu, Maret 27, 2013
  • Berbagi
  • Bukan kegagalan yang membuat kehidupan seseorang terpuruk. Yang menyebabkan kehidupan seseoarang terpuruk adalah akibat dia tidak mau bangkit dari kegagalan

    PESAN IBU

    By: rnppsalatiga On: Rabu, Maret 27, 2013
  • Berbagi
  • Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"

    "Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

    Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

    Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

    Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

    Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

    Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

    Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

    "Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

    Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

    Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

    Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

    ===================================================

    Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

    Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.